Fortnite Banned

Funtastethick

The Hero Comes From Pain

Berita Dan Informasi

Pangeran Harry Berkomentar Tentang Fortnite

Fortnite Banned

Komentar Pangeran Harry

Beberapa hari yang lalu Pangeran Harry sempat berkomentar mengenai salah satu game ternama yaitu Fortnite. Dilansir dari Liputan6.com, Pangeran Harry mengatakan bahwa game dan media sosial sangat adiktif. Beliau pun mengucapkan secara spesifik mengenai game fortnite. "Seharusnya tidak ada yang boleh diizinkan main Fortnite. Apa manfaatnya game tersebut ada di rumah kalian?", kata Pangeran Harry. Beliau pun meneruskan ucapannya, "Game itu dibuat agar orang yang memainkannya menjadi kecanduan, dan membuat mereka selalu berada di depan komputer selama mungkin. Ini sangat tidak bertanggung jawab".

Seperti yang kita semua tahu, game battle royale akhir-akhir ini memang menjadi idola bagi para gamer. Bahkan ketenarannya kini sudah melampaui game moba, seperti mobile legend, AOV, dll. Banyak sekali developer-developer game yang membuat mode ataupun menambahkan mode battle royale di dalam game yang mereka buat. Seperti Call of Duty, GTA V, dan yang tak kalah populernya adalah Apex Legend.

Lantas Bagaimanakah Game Itu Seharusnya Dibuat?

Jika melihat keterangan dari Pangeran Harry mengenai sebuah game, game seharusnya tidak membuat mereka kecanduan dan berlama-lama memainkannya. Seperti yang kita tahu, ketika kita berlama-lama main game, semakin sedikit waktu kita untuk mengerjakan hal lain. Pangeran Harry juga tidak mengizinkan untuk bermain game Fortnite karena dianggap tidak mempunyai manfaat. Lantas bagaimanakah game itu seharusnya dibuat?

Menurut analisis saya, game yang bagus adalah game yang membuat orang untuk terus memainkannya. Jika game itu jelek / buruk, maka setelah memainkannya, orang itu tidak akan bermain lagi. Jika seorang developer game membuat game yang tidak membuat kecanduan, lantas bagaimana perkembangan game yang mereka buat? sebuah developer tentu membutuhkan feedback dari pengguna untuk meningkatkan kualitas gamenya. Jika penggunanya tidak memainkan game itu lagi, berarti dengan kata lain game itu mulai memasuki masa kehancurannya.

Lantas apa manfaatnya? saya meyakini bahwa setiap yang kita lakukan pasti ada manfaatnya. Terlepas dari kita mengetahui manfaat itu ataupun tidak. Jumlah gamer dan non gamer sangat berbeda jauh. Gamer adalah kaum minoritas dibandingkan para non gamer. Dan orang yang meneliti suatu manfaat itu rata-rata bukan dari seorang gamer dan tidak menyukai sebuah game. Seorang gamer pun tidak akan meneliti hal seperti itu, karena mereka akan berpikir penelitian itu hanya membuang-buang waktu mereka untuk memainkan sebuah game.

Kesimpulan

Game yang bagus akan membuat orang untuk terus memainkannya. Mungkin perilaku ini akan termasuk pada pola perilaku adiktif. Tetapi memang seperti itulah game dibuat. Dan berbicara tentang manfaat, seorang non gamer akan mengatakan bahwa game itu tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang waktu. Berbeda lagi dengan seorang gamer ketika menjawab. Kebanyakan para gamer tidak mengetahui manfaatnya, karena manfaat itu hadir dengan sendirinya (natural) atau dengan kata lain manfaat itu tidak tertulis dan sulit dilihat.

Perdebatan antara gamer dan non gamer memang sudah dari dulu terjadi. Para kaum gamer pun dianggap remeh oleh kaum non gamer. Mengingat kaum gamer adalah kaum minoritas. Tetapi kita yang sama-sama manusia, sebaiknya untuk tetap saling menghormati satu sama lain. Janganlah perdebatan itu membuat suatu permusuhan atau kelompok-kelompok yang justru akan menghancurkan kedua belah pihak.

"Hitam dan Putih akan selalu berdampingan. Jika kamu melihat sesuatu itu Hitam, cobalah merubah sudut pandangmu untuk menemukan Putih."
- YakZ Creator -

Bagaimana Pendapatmu ?

%d blogger menyukai ini: